recent posts

banner image

Pemutih Wajah bukan sekedar gaya namun juga bisa berbahaya

 


Remaja adalah periode pencarian identitas. Sementara itu, gaya hidup adalah pola kehidupan seseorang di dunia yang diungkapkan dalam kegiatan, dan tindakan

Remaja umumnya mulai mencari gaya hidup yang sesuai dan sesuai selera. Remaja juga mulai mencari idola atau tokoh identifikasi yang dapat digunakan sebagai panutan, baik dalam pencarian gaya hidup, gaya bicara, penampilan, dan lainnya untuk mendapatkan status dalam hubungan mereka.

Gaya hidup dapat berasal dari pergaulan

Dampaknya adalah bahwa kita bertemu banyak teman dengan berbagai atribut yang sebenarnya mereka tiru. Bintang -bintang muda yang mencintai mampu mengubah gaya hidup remaja. Selain itu, remaja sekarang tampaknya terlihat glamor. Gaya hidup mewah, serba bisa dan serba bisa diadopsi oleh remaja sebenarnya karena "diajarkan" oleh idola mereka di layar televisi yang kita lihat setiap hari. Karakter remaja mudah meniru gaya orang lain.

Tokoh idola juga mempengaruhi

Pada masa remaja, pengaruh idola sangat kuat seperti yang saya jelaskan di atas. Idol atau karakter akan mengendalikan hidup kita yang mungkin tanpa kita sadari. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan media mutlak diperlukan. Karena di satu sisi media memungkinkan kita untuk mengetahui berbagai informasi, berita, penemuan, dan hal -hal baru. Atau dapat disimpulkan bahwa sebenarnya keberadaan media memiliki efek positif dan negatif.

Penyebaran asumsi tentang kulit putih

Salah satu contoh kemajuan teknologi telah mengasumsikan publik bahwa kulit putih menjadi kulit yang sangat menarik dan menakjubkan. Dengan demikian, produk dan pemeliharaan pemutih yang ditawarkan sangat menjual di pasar.

Munculnya produk pemutih wajah yang muncul di pasar memicu tren di antara remaja untuk memiliki kulit putih untuk dianggap cantik seperti sosok idola yang mereka lihat di layar televisi. Ini dapat memengaruhi konsep diri remaja, yaitu dengan menggunakan kosmetik pemutih agar tampil sempurna di depan umum.

Kosmetik atau Obat ?

Meskipun kosmetik pemutih sekarang ada banyak zat berbahaya seperti hidrokuinon, merkuri, tretinoin, rhodamin B. Jika ada produk kosmetik yang mengandung zat hidrokuinon lebih dari batas yang ditentukan, maka itu termasuk obat.

Resiko kosmetik pemutih

Remaja saat ini masih belum memahami risiko menggunakan kosmetik pemutih sehingga masih ada kasus gangguan kulit karena penggunaan kosmetik pemutih yang salah dan berlebihan. Gangguan kulit juga terjadi karena penggunaan kosmetik pemutih yang tidak sesuai dengan jenis kulit pengguna sehingga alergi muncul karena penggunaan yang tidak pantas, berlebihan, berlebihan, dan penggunaan penggunaan aturan penggunaan.

Maksud hati ingin mencerahkan wajah, tetapi hasilnya sebenarnya membuat kulit wajah menjadi terkelupas dan tipis sehingga menjadi lebih sensitif karena kulitnya tipis dengan saraf dan pembuluh, darah dalam penggunaan jangka pendek zat ini akan Berikan reaksi kemerahan, iritasi, dan sensasi terbakar karena kulit kehilangan lapisan oleh kulit oleh kulit karena mengelupas.


Sedangkan jika digunakan untuk waktu yang lama, ia akan menumpuk di dalam tubuh dan menjadi beracun, karena 30% - 60% akan diserap oleh tubuh. Zat ini juga bekerja dengan menghambat pembentukan melanin (pigmen kulit), meskipun melanin diperlukan untuk melindungi kulit dari pengaruh sinar matahari dalam bentuk ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Kulit yang memiliki tingkat melanin yang kecil dan terus diekspos

Pemutih Wajah bukan sekedar gaya namun juga bisa berbahaya Pemutih Wajah bukan sekedar gaya namun juga bisa berbahaya Reviewed by Admin on May 07, 2022 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.